![]() |
| Sumber : Imgrum |
Sebagaimana disebutkan dalam sejarah matan, bahwa fenomena gerakan mahasiswa
yang radikal dan pragmatis di beberapa perguruan tinggi telah menjadi
keprihatinan masyarakat yang consent terhadap moralitas bangsa, terutama kalangan
thoriqoh.
Gagasan awal MATAN bermula dari diskusi kecil di sore hari tanggal 2
Agustus 2009 Pukul 15.30 – 17.00 di emperan dalem Habib Luthfi bin Ali Bin
Yahya Pekalongan, antara DR. H. Hamdani Mu‟in, M.Ag dengan KH. Dimyati Rois(
Mustasyar PBNU Periode 2010 – 2015 dan Pengasuh Pesantren Al-Fadlu Kaliwungu ),
bersama beberapa mahasiswa; Abdul Rosyid, M.Mahfudz, Syariful Anam, Asep
Syaiful Zulfikar,M.Ridlo, Kholid Abdillah, Nurul Mu‟amar,Dedi Rosadi,
Ubaidillah dan Riyadli Muhlisin. Saat itu diskusi tentang keprihatinan terhadap
fenomena radikalisme dan pragmatisme di kalangan mahasiswa.
Mbah Dimyati Rois pun sangat memberikan apresiasi dan dukungan atas
visi pergerakan spiritualitas dan intelektualitas di kalangan mahasiswa yang diwacanakan
oleh mereka.
Diskusi intensif pun berlanjut bersama Habib Luthfi, Rois „Am
JATMAN, di dalem beliau, tepatnya Pukul 21.00 – 22.30. Sungguh luar biasa,
gagasan dan visi pergerakan mahasiswa tersebut disambut beliau dengan penuh
apresiatif. Bahkan setelah mendengarkan deskripsi tentang fenomena pergerakan
mahasiswa yang cenderung radikal dan pragmatis, dengan spontan, Habib Luthfi
mengatakan : “Kita dirikan MATAN” !. Ditanya oleh Kang Hamdani “Apa MATAN itu Mbah ?” , beliau
menjawab “MATAN itu singkatan Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Al- Mu‟tabaroh An-Nahdliyyah”.
Serentak para tamu yang hadirpun,
khususnya Hamdani cs mengamini dan mengucapkan rasa syukur dan gembira atas
penamaan “MATAN” tersebut. Bahkan tidak berhenti di situ, Habib Luthfi pun berharap besar dengan MATAN, hingga
beliau mengucapkan “Saya ingin lahir mursyid- mursyid dari MATAN !”.
Subhanallah, sungguh sangat mulia dan besar harapan beliau dari MATAN. Semoga
Allah swt memberikan kekuatan kepada kader-kader MATAN untuk dapat merealisasikan
cita-cita mulia beliau, amin. Dan selanjutnya beliau memberikan arahan dan do‟a
kepada Hamdani cs agar diberikan kekuatan oleh Allah swt dengan mengijazahkan
ayat Kursi dan mensarankan untuk ziyarah ke makam-makam Auliya.
Sebenarnya jauh sebelum kelahiran MATAN, pada tahun 2000 Rois Am
Maulana Habib Luthfi sudah berkeinginan untuk mengorganisir kalangan pemuda
berthoriqoh, dan hal ini baru dapat terealisasi pada periode ke 3 kepemimpinan
beliau sebagai Rois Am di JATMAN tepatnya pada Muktamar ke XI di Kabupaten
Malang, Jawa Timur.
Gagasan dibentuknya MATAN dimulai setelah diskusi dengan Habib Luthfi
dan KH. Dimyati
Rois di atas,
tepatnya dimulai
sejak Agustus 2009 di Pondok Pesantren Al-Ibrahimiyyah Kranggan III
Kaliwungu Kendal Jawa Tengah, pesantren asuhan Hamdani Mu‟in. Di mulai dengan
merumuskan SOP - JUKNIS MATAN hingga kepanitiaan deklarasi MATAN. Ada beberapa
tokoh yang juga ikut mendampingi dan membantu dalam proses kelahiran MATAN,
beliau adalah Drs. KH. Chabib Thoha, MA (Mudir „Am JATMAN periode 2010 – 2012)
dan Drs. KH. Muhammad Masroni (Sekjen JATMAN)
Untuk mendapat dukungan dan do‟a dari para masyayikh, maka dilakukan
sosialisasi MATAN melalui sowan-sowan ke beberapa masyayikh, seperti ke Mbah
KH. Sahal Mahfudz, KH. Musthofa Bisri (Gus Mus), Mbah KH. Maemun Zubaer. Di
samping itu, sosialisasi MATAN pun dilakukan ke pejabat pemerintahan, seperti
Mendiknas Prof. Muhammad Nuh, Menag H. Maftuh Basuni, Menhut MS Ka‟ban dan
Pangdam IV Dioponegoro.
Namun seiring waktu, atas arahan dan masukan dari Habib Luthfi bin
Yahya, deklarasi MATAN akhirnya dilakukan bersamaan dengan Muktamar XI JATMAN
di Pondok Pesantren Al- Munawariyyah Bululawang Malang Jawa Timur pada
tanggal 10
– 14 Januari 2012 M / 16 – 20 Shafar 1433 H. Muktamar XI mensepakati lahirnya MATAN sebagai Badan Lajnah
Mustaqilah dari JATMAN. Dan tepatnya pada acara penutupan Muktamar XI tersebut
Rois „Am JATMAN Habib Luthfi mendeklarasikan MATAN.
Mundurnya pendeklarasian MATAN didasarkan atas pertimbangan
strategis dan harapan Habib Luthfi yang menghendaki agar MATAN lahir atas dasar
niat suci, ikhlas dan niat berjuang, bukan karena dorongan nafsu atau hanya
eforia semata. Subhanallah, ternyata
itu lah tarbiyah beliau yang luar biasa kepada mereka yang diamanati untuk
mengawal MATAN.
Kader-kader MATAN, majulah dan bergeraklah dengan satu tujuan, satu orientasi dan satu kata
:“ هللا رسىل
محمد
هللا اال
الاله
“dan “ مطلىبي ورضاك مقصىدي انت الهي”. Semoga Allah swt memberikan kekuatan lahir batin kepada semua
kader-kader MATAN dengan membawa panji-panji “KALIMAT THOYYIBAH” untuk
mendapatkan Ridlo Allah swt dan demi Kejayaan NKRI, amin.
Salam pergerakan buat semua Ikhwan Ahlith Thoriqoh, semoga Allah
swt, Rasulullah saw dan Para Auliya membimbing kita, amin…
Ketua Matan Jatim
Gus Farich Sulaiman

Komunitas yang patut dan layak untuk d apresiasi . Semangat juan matan !!!
BalasHapusMantan niku kang wkwkwk
BalasHapus