![]() |
| Sumber : Nu Online |
Mahasiswa merupakan simbol ikon perubahan untuk masa depan sebuah bangsa. Karena dengan kemampuan intelektual dan ke-kritis-annya mampu melahirkan sebuah gejala baru dan perubahan yang sangat luar biasa. Namun hal ini menjadi sebuah keniscayaan apabila gerakan mahasiswa kering dari aspek kerohaniaan yang mengedepankan nilai-nilai spiritual dan moralitas. Sehingga sangat dimungkinkan bahwa gerakan yang timbul akan memunculkan paham-paham radikalisme yang pragmatis dan terjebak dalam hedonisme sesaat.
Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah wadah yang bisa mengakomodasi antara aspirasi dengan sisi rohani yang bisa mengisi ruang batin dengan kejernihan hati. Kemudian dalam bentuk inilah muncul sebuah gagasan untuk mengenalkan dan memasukkan ajaran-ajaran thoriqoh di kalangan mahasiswa. Karena thoriqoh merupakan sebuah ilmu untuk mengetahui hal ikhwal nafsu dan sifat-sifatnya, membentuk jiwa yang kokoh berdasarkan kejernihan berpikir dan bisa membedakan mana yang tercela kemudian dijauhi dan ditinggalkan, dan kemudian yang terpuji diamalkan.
Ajaran Thoriqoh juga berupaya melestarikan Islam „ala Ahlussunnah Wal-Jama‟ah yang moderat, toleran dan inklusif secara konsisten dalam bidang syari‟at, hakikat dan ma‟rifat di tengah masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Maka dirasa perlu ada perluasan tentang ajaran-ajaran thoriqoh di tingkat kalangan muda terutama mahasiswa. Karena mahasiswa sebagai sosok control agent dan social agent of change, baik dalam tatanan sosial politik maupun dalam menciptakan terobosan sistem dalam bentuk tindakan dan gerak sosial. Selain itu, mahasiswa memiliki kedudukan strategis sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa ini. Dalam konteks ini, seorang mahasiswa harus memiliki jiwa yang tangguh dan bersifat jangka panjang (visioner), baik dalam bidang intelektual, sosial maupun politik tanpa harus meninggalkan konsep spiritual. Sehingga mereka benar-benar mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Berangkat dari semangat menanamkan jiwa kerohaniahan dan moralitas di kalangan mahasiswa maka dipandang perlu adanya perluasan sayap Thoriqoh yang merupakan visi dari Jam‟iyah Ahli Thariqoh Al Mu‟tabaroh an-Nahdhiyah (JATMAN) untuk membentuk organisasi kemahasiswaan Thoriqoh dalam wadah Mahasiswa Ahli Thariqoh al-Mu‟tabaroh an-Nahdhiyah (MATAN).

Semoga matan berkah bagi ummat Islam Indonesia . . Dan menjadi pelopor sufistik tanah air. Amin
BalasHapusSemoga matan juga bisa mengebarkan sayap kedaerah lumajang dan banyuwangi. Menebarkan ukhwah sufi fisabilillah. Amin
BalasHapus